Madinah atau yang dikenal juga Madinah Al-Munawwarah merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh jutaan umat muslim saat musim haji atau saat melakukan umrah. Dewasa ini kota Madinah penduduknya berjumlah sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua setelah Mekkah. Sangat banyak tempat-tempat bersejarah di kota Madinah yang merupakan bagian dari sejarah Islam. Untuk mengetahui hal itu mari simak tempat-tempat bersejarah di madinah :
masuk ke dalam kebun dan minum dari airnya. Dan ketika turun ayat:
Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.[2]
Abu Thalhah bangkit dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, dan bahwasanya hartaku yang paling aku cintai adalah Bi`r Ha`, aku sedekahkan untuk Allah dengan mengharap kebajikan darinya serta sebagai simpanan bagiku disisi-Nya, maka putuskanlah wahai Rasulullah sebagaimana Allah memperlihatkannya kepadamu. Lalu Rasulullah pun menjawab: Bagus, itulah harta yang menguntungkan, itulah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan tadi, dan menurutku engkau jadikan sumur itu untuk orang-orang terdekat. Dan Abu Thalhah pun segera menimpali: Akan aku lakukan wahai Rasulullah
Nabi
pernah berwudlu dari air Buthhan saat Pertempuran Khandaq sebagaimana
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Umar, bahwasanya: kami berhenti
bersama Nabi di Buthhan, kemudian beliau wudlu dan kami pun wudlu, lalu
salat ashar setelah terbenamnya matahari kemudian setelah itu salat
maghrib.[1]
Pemerintah Arab Saudi membangun pagar besar di Buthhan yang terdiri dari tiga bagian pagar yang menyambung yang didirikan di tempat pagar lama. Penduduk Madinah menempatinya dari waktu ke waktu sejak masa Amaliqah, sebagaimana pemerintah Saudi menjadikan aliran sungainya di Madinah berada di bawah tanah.
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah salah satu Masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu Masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina.
Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah SAW tiba di Madinah, tepatnya di tempat unta tunggangan Nabi SAW menghentikan perjalanannya.
Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah SAW tiba di Madinah, tepatnya di tempat unta tunggangan Nabi SAW menghentikan perjalanannya.
Masjid Quba
Masjid Quba adalah Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Masjid Quba adalah Masjid yang dibangun atas dasar takwa. “Janganlah kamu bersembahyang dalam Masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya Masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (QS. At Taubah : 108).
Makam Rasulullah SAW
Makam (pusara) Rasulullah SAW terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dahulu terdapat dua rumah, yaitu rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 H (632 M), rumah Rasulullah SAW terbagi dua. Bagian arah kiblat (selatan) untuk makam Rasulullah SAW dan bagian utara untuk tempat tinggal Aisyah. Sejak tahun 678 H (1279 M), pada masa Dinasti Mamluk, di atasnya dipasang Kubah Hijau (Green Dome). Tepat di bawah Kubah Hijau jasad Rasulullah SAW dimakamkan. Di situ juga dimakamkan kedua sahabat, Abu Bakar (Khalifah Pertama) dan Umar bin Khattab (Khalifah Kedua) yang dimakamkan dibawah kubah, berdampingan dengan makam Rasulullah SAW.
Makam Rasulullah SAW
Makam (pusara) Rasulullah SAW terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dahulu terdapat dua rumah, yaitu rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 H (632 M), rumah Rasulullah SAW terbagi dua. Bagian arah kiblat (selatan) untuk makam Rasulullah SAW dan bagian utara untuk tempat tinggal Aisyah. Sejak tahun 678 H (1279 M), pada masa Dinasti Mamluk, di atasnya dipasang Kubah Hijau (Green Dome). Tepat di bawah Kubah Hijau jasad Rasulullah SAW dimakamkan. Di situ juga dimakamkan kedua sahabat, Abu Bakar (Khalifah Pertama) dan Umar bin Khattab (Khalifah Kedua) yang dimakamkan dibawah kubah, berdampingan dengan makam Rasulullah SAW.
Raudhah
Al Raudhah adalah ruang di bagian depan sisi kiri Masjid Nabawi Madinah, terletak di antara mimbar dan kamar Rasulullah SAW. Bagi jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia yang sedang berada di Madinah, Raudhah menjadi salah satu tempat yang paling dituju untuk bermunajat dalam rangkaian ibadah, setelah Arafah dan Multazam di Masjidil Haram. Raudhah adalah tempat yang memiliki keutamaan karena rahmat dan anugerah kebahagiaan yang turun ke tempat itu dipercaya seperti anugerah yang turun ke taman surga, karena banyaknya dzikir kepada Allah SWT yang dilakukan terus menerus ditempat itu. Raudhah juga dianggap sebagai taman surga, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda : “Diantara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surge, dan mimbarku di atas telingaku”.
Makam Baqi
Baqi adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi, letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Ustman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan.
Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah sebuah tempat bersejarah di Madinah, Arab Saudi terletak 5 kilometer utara Masjid Nabawi tepatnya di antara Gunung Uhud dan Bukit Rumat. Tempat ini merupakan pemakaman bagi 70 sahabat Nabi Muhammad yang gugur pada Pertempuran Uhud, antara lain Hamzah bin Abdul Muthalib (Paman Nabi), Mush'ab bin 'Umair, Hanzholah bin Abi 'Amir, Amru bin al-Jamuh dan Abdullah bin Amr bin Haram. Oleh karena itu, Gunung ini mendapatkan tempat yang istimewa bagi muslim, sesuai dengan Hadits nabi: Gunung Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya
bukit yang mencintai kita dan kita mencintainya. Begitu Nabi bersabda soal Jabal Uhud, bukit kemerahan yang menjadi saksi gugurnya para syuhada di Madinah. Uhud adalah kawasan perang besar antara kaum Muslim dengan kafir Quraisy yang peristiwanya akan terus dikenang hingga akhir masa.
Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain atau Masjid dua kiblat adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena Masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada permulaan Islam, orang melakukan Shalat dengan kiblat kea rah Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa Palestina). Baru belakangan turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat kea rah Masjidil Haram di Mekkah. Peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriah hari senin bulan rajab waktu Dzuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah shalat dengan menghadap kea rah Masjidil Aqsa. Di tengah shalat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 : “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (QS. Al Baqarah : 144).
Khandak (Masjid Khamsah)
Terletak di kaki bukit Sala sekitar 3 km sebelah barat laut Masjid Nabawi. Sejarah Masjid Khamsah ini berawal dari perang Ahzab. Kaum muslimin sebanyak 3000 pasukan berhadapan dengan pasukan koalisi yang terdiri dari 4000 pasukan kafir Quraisy yang bergabung dengan pasukan Yahudi dari Bani Quaraidhah dan lain-lain sebanyak 6000 orang, sehingga pasukan gabungan itu berjumlah 10.000 orang. Untuk menghadapi pasukan Ahzab ini, Salman al-Farisi (Baca Kisah Salman Al-Farisi Pencari Kebenaran Sejati) memberikan masukan yang cemerlang dengan cara membuat parit (Khandaq) sepanjang kurang lebih 2,5 km, kedalaman kurang lebih 3,5 meter dan lebar kurang lebih 4,5 meter. Kaum muslimin bertahan di belakang parit itu, sehingga pasukan lawan mendapat kesulitan untuk menyerang secara langsung.
Sumur Aris
Sumur Aris (bahasa Arab: بئر أريس Bi'r Aris) Sumur Arys, Sumur Al-Khatam, Sumur Cincin atau Sumur Nabi adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di dekat Masjid Quba di sebelah baratnya. Sumur ini ditimbun pada akhir abad ke-14 Hijriah untuk perluasan jalan. Diriwayatkan bahwa Nabi
duduk di tepi sumur ini sambil menyingkapkan betisnya dan kedua kaki beliau dijulurkan ke dalam sumur. Lalu Abu Musa Al-Asy'ari berdiri menjaganya, maka datanglah Abu Bakar
dan meminta izin kepadanya. Nabi berkata kepada Abu Musa: Izinkan, dan
berilah ia kabar gembira dengan surga. Abu Bakar pun duduk disebelah
kanannya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Umar,
dan Nabi pun berkata lagi: Izinkan dan berilah ia kabar gembira dengan
surga. Lalu Umar duduk di sebelah kirinya dan menjulurkan kedua kakinya.
Kemudian datang Utsman,
kata Nabi: Izinkan dan berilah ia kabar gembira dengan surga yang
disertai dengan kekacauan yang akan menimpanya. Ustman pun duduk di
hadapan mereka
Sumur Ghars
Sumur Ghars (bahasa Arab: بئر غرس) adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi.
Saat ini, terletak kurang lebih 1 kilometer di sebelah timur laut
Masjid Quba. Persisnya berada di bawah bangunan beratap di samping
Ma'had Darul Hijrah. Nabi
pernah minum airnya, dan berwasiat agar setelah wafatnya, jasadnya dimandikan dengan air sumur ini.
Sumur Ha'
Sumur Ha (bahasa Arab: بئر حاء Bi`ru Ha`)
adalah sebuah sumur yang berada di sebelah utara Masjid Nabawi di dalam
kebun Abu Thalhah al-Anshari, dan belum lama ini bekasnya masih ada.
Hanya saja pada 1994
sumur ini masuk ke dalam proyek perluasan Saudi Kedua. Persisnya
sekarang berada pada beberapa meter sebelah kiri pintu masuk Bab Malik
Fahd Nomor 21
Dari Anas diriwayatkan: Abu Thalhah adalah salah seorang dari Anshar
di Madinah yang paling banyak kebunnya, dan harta kebun yang paling
banyak kebunnya, dan harta kebun yang paling dicintainnya ialah Bi`r Ha`
(Sumur Ha`), yaitu yang berada di kiblat Masjid, dimana Rasulullah Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.[2]
Abu Thalhah bangkit dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, dan bahwasanya hartaku yang paling aku cintai adalah Bi`r Ha`, aku sedekahkan untuk Allah dengan mengharap kebajikan darinya serta sebagai simpanan bagiku disisi-Nya, maka putuskanlah wahai Rasulullah sebagaimana Allah memperlihatkannya kepadamu. Lalu Rasulullah pun menjawab: Bagus, itulah harta yang menguntungkan, itulah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan tadi, dan menurutku engkau jadikan sumur itu untuk orang-orang terdekat. Dan Abu Thalhah pun segera menimpali: Akan aku lakukan wahai Rasulullah
Gunung Ar-Rayah
Gunung Ar-Rayah (bahasa Arab: جبل الراية) atau Gunung Dzubab adalah salah satu gunung yang terletak di Madinah, Arab Saudi. Gunung ini terletak 1400 meter barat laut Masjid Nabawi, di awal Jalan Utsman bin Affan (Jalan al-'Uyun) di sisi kiri. Rasulullah
membuat kemah di atasnya ketika mengawasi penggalian parit di Khandaq. Mukjizat Nabi
pernah terjadi di sebelah utara gunung ini, yaitu mukjizat memecahkan
batu ketika penggalian parit di Khandaq. Ketika Nabi memukul batu dengan
cangkul, maka keluarlah darinya kilatan cahaya yang menerangi hingga
kedua labah (batas barat dan timur) Madinah. Kemudian Jibril
memberitakan kabar gembira bahwa umatnya kelak akan dapat mengalahkan
kekaisaran Kisra, Roma dan Sun'a'. Demikianlah, kaum muslimin pun
percaya dan meyakininya, sedangkan orang-orang munafik mengingkarinnya.
Maka turun ayat Dan ingatlah ketika orang-orang munafik dan
orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: Allah dan Rasul-Nya
tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.[1] juga ayat Wahai
Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang
yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau
hinakan orang yang Engkau kehendak
Wadi Buthhan
Wadi Buthhan (bahasa Arab: وادي بطحان) adalah sebuah wadi di Madinah, Arab Saudi. Wadi Buthhan merupakan salah satu lembah utama di Madinah, yang bermula dari timur Quba menelusuri perkampungan Madinah dekat Mushalla hingga di barat Gunung Sala' dekat Masjid Al-Fath, kemudian terus hingga bertemu dengan Wadi al-'Aqiq di Ghabah yang menjadi pertemuan muara sungai-sungai. Buthhan memiliki tiga nama; di awal lembah dinamakan dengan Ummu 'Asyr, di tengah dinamakan Qurban, dan yang melewati Madinah disebut Abu Jiddah. Dari Aisyah, sebuah riwayat marfu' dikatakan: Buthhan berada di atas sungai-sungai dari surga (Hadis Hasan). (Shahih al-Jami ash-Shaghir 7/3)[1]Nabi
Pemerintah Arab Saudi membangun pagar besar di Buthhan yang terdiri dari tiga bagian pagar yang menyambung yang didirikan di tempat pagar lama. Penduduk Madinah menempatinya dari waktu ke waktu sejak masa Amaliqah, sebagaimana pemerintah Saudi menjadikan aliran sungainya di Madinah berada di bawah tanah.
Saqifah Bani Sa'idah
Saqifah Bani Sa'idah (bahasa Arab: سقيفة بني ساعدة) atau as-Saqifah (bahasa Arab: السقيفة) adalah sebuah bangunan beratap yang digunakan oleh kabilah Bani Sa'idah, suku Khazraj, salah satu kabilah yang berasal dari Madinah, Hijaz, barat daya Jazirah Arab. Tempat ini merupakan tempat Abu Bakar dibaiat menjadi khalifah
Saqifah Bani Sa'idah terletak di barat daya Masjid Nabawi,
diantara pemukiman dan perkebunan milik kabilah Bani Sa'idah. Pada
awalnya bentuk saqifah sangat besar, dikarenakan saqifah berfungsi
sebagai tempat berkumpulnya kaum Anshar. Didepan saqifah terdapat
halaman yang luas dan lebar dan didekatnya terdapat sumur milik Bani
Sa'idah. Saat ini, saqifah menjadi sebuah taman yang berada di sebelah
barat dinding Masjid Nabawi.
.jpg)




















